Berbicara soal cinta memang tidak akan pernah ada
habisnya. Kata yang memiliki banyak arti dan sudut pandang ini sangat mudah
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari oleh semua kalangan umat manusia. Baik
bayi, anak dibawah umur, remaja, dewasa, bahkan juga manula. Yaa.. Karena cinta
merupakan salah satu bentuk hak asasi manusia secara universal.
Secara etimologi kata cinta berasal dari bahasa Sansekerta,
cinta yang artinya pikiran, dan adapula yang menyebutkan serapan dari bahasa Spanyol
yaitu pita, fita (bahasa Portugis) yang artinya pita (tali).
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cinta
itu suka sekali; sayang benar; kasih sekali; berharap sekali.
Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai.
Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak
disengaja. Cinta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung
lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi
dengan cinta dunia yang kita jalani terasa lebih ringan.
Cinta adalah salah satu pokok kehidupan dan dalam
Al-Quran kata cinta juga disebutkan dalam berbagai sinonim atau persamaan kata.
Seperti yang terdapat dalam Q.S Maryam : 96 yang berarti, “Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal soleh kelak Allah Yang Maha Pemurah akan
menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang”.
Namun selain dari segi definisi, di era sekarang cinta
itu memiliki banyak jenisnya loh, seperti cinta bebas yang artinya hubungan
antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan, tanpa ada ikatan adat atau suatu hukum
yang berlaku. Yang kedua adalah cinta monyet, yaitu cinta kasih antara
laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah). Ada juga cinta
sejati, cinta sebenarnya yang tulus dan murni datangnya dari hati.
Sebenarnya aku sendiri tidak begitu mengerti tentang
cinta yang “benar” itu seperti apa. Karena terkadang ada orang yang memberikan
cintanya kepada seseorang yang telah menyakitinya hingga rela memberikan apapun
yang dimilikinya meskipun bertepuk sebelah tangan. Apakah ini Cinta? Apakah ini
benar? Sejauh yang kutau cinta sejati adalah cinta kasih yang diberikan oleh
seorang ibu kepada anakanya. Sebagaimana ia mengandung, menunggumu hadir ke
dunia agar hidup bahagia dengannya, merawatmu dan membesarkanmu hingga kamu
menjadi orang yang berarti. Atau mungkin juga menjadi seorang ibu pula
sepertinya. Sebuah kasih yang tak pernah padam dan terus mengalir tak berujung
yang pada dasarnya tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata.
Well, dalam kesempatanku kali ini. Aku ingin membagikan
sebuah cerita cinta kisah nyata dengan definisi yang berbeda. Sebuah cinta yang
tidak dapat ditempuh hanya dengan satu kali kendaraan. Cinta yang harus
ditempuh menggunakan pesawat terbang yang berangkat dari bandara Abdurrahman
Saleh menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk transit sebentar dan
siap mengudara untuk menempuh ribuan kilometer jarak menuju Bandar Udara
Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai, India. Akan tetapi hanya membutuhkan
waktu hitungan detik bila ditempuh menggunakan pesawat telepon. Pertama-tama,
marilah kita mengapresiasikan kepada tekhnologi yang canggih saat ini. *tepuk
tangan*. Berkat ia, kisah cinta unik ini dapat terwujud.
Okey,
langsung saja yaa.. cinta ini dialami oleh sahabat dekatku sendiri. So let’s
check this out!
Dear :
Kundapura, Karnataka, India
What time is it where you are?
I miss you more than anything
Hmm, mendengar dua kalimat awalan lagu Jet Lag milik
Simple Plan feat Kotak ini saja sudah membuatku tersenyum malu. Bagaimana tidak? Mengingat aku pernah
menicintai mantan kekasihku begitu dalam, mencoba untuk tetap setia kepadanya meskipun
dia sudah menemukan penggantiku, namun aku tetap mencoba tegar dan membiarkan
perasaan itu memudar dengan sendirinya. Sakit sendiri memang, tapi inilah aku,
yang memilih untuk menelan segala rasa sakit meski sampai sekarang aku tak akan
bisa membencinya. Bagiku, dia tetap sahabat baikku dan bagaimanapun juga pernah
membuatku bahagia dalam waktu dua tahun. Hingga akhirnya kamu datang, menyapaku
dengan sapaan bahasa Inggris informal melalui sebuah messenger di facebookku,
yang pada mulanya kuacuhkan. Namun dengan gigihnya, kamu mencoba mendekatiku
dengan mengirim pesan berkelanjutan dengan intensitas waktu yang cukup signifikan.
Hingga aku berani memberika nomor ponsel pribadiku padamu. Entah aku sudah
hilang akal atau apa, memberikan nomor pada orang asing yang baru kukenal hanya
lewat facebook, namun hati kecilku mengatakan bahwa kamu adalah orang baik yang
membuatku berani dan menghilangkan segala keraguanku.
Back at home you feel so far
Waiting for the phone to ring
Setelah mendapat nomor whatsappku, keingin tahuanmu
tentang aku begitu besar, setiap hari atau setiap ada kesempatan kita selalu
berkomunikasi dan semua seakan mengalir begitu saja. Kita mulai bertukar kabar,
aku mulai berani menceritakan hidupku disini dan kamu menceritakan hidupmu disana.
Tentang pendidikan yang kutempuh saat masa putih abu-abu hingga kini menjadi
seorang mahasiswi teknik sipil, dan tentang kamu dengan bisnis penjualan
handphone milik keluargamu. Dan dari situlah aku tau bahwa kamu bukanlah orang
Indonesia. Meskipun secara geografis kita berada di sebuah benua yang sama,
tetapi aku berada di sebelah tenggara sedangkan kamu berada di ujung selatan
benua ini dengan zona waktu yang berbeda dua jam. India. Jauh sekali batinku.
Sungguh ini adalah pengalaman pertamaku berkenalan dengan lelaki “asing”.
Membayangkan sebelumnya saja, aku tidak pernah.
It’s getting lonely living
upside down
I don’t even wanna be in this
town
Try to figure out this
timezone
It’s making me crazy
Hari-hariku tidak terlepas darimu. Kita tidak pernah
terlepas dari komunikasi. Dan dari situlah aku mulai mengetahuimu lebih banyak,
seperti tanggal lahirmu pada 15 Februari 1995 yang ternyata lebih tua dua tahun
dariku. Bagus. Tentang es krim, coklat, tentang malam hari dan gelap, tentang anak
kecil yang lucu selalu menjadi hal yang menarik, dan melakukan hal-hal aneh seperti
orang gila biasa lakukan wkwk. Hingga akhirnya timbul perasaan aneh di hatiku
yang semakin lama rasanya semakin menghangat. Mungkinkah ini cinta? Cinta?
Cinta kepada seseorang yang bahkan bertemu sekali saja belum pernah? Apalagi
menatap matamu? Apalagi menghirup aroma parfum maskulin yang selalu kamu
kenakan? I don’t know what it is.
Berusaha bertanya kepada teman dekatku tentang apa yang terjadi padaku.
Mereka bilang ini ‘impossible’, ‘khayal’, ‘jangan Dev, cari yang pasti aja’,
‘hati-hati Dev jangan terlalu percaya’, ‘lanjutkan Dev, mungkin dia bisa jadi
teman kala sepimu’, ‘gakpapa Dev, dia ganteng aku mendukungkmu’, dan bla blaaa.
And I just keep thinking everything is gonna be oke and believe that meet up or
not in love is doesn’t matter. Ya I am in love with you. I love you and always.
Dan cinta yang sepenuhnya adalah apa yang telah kita rasakan sekarang sejak
kita saling menyatakannya pada tanggal 19 Mei 2015.
You say good morning, when
it’s midnight
Going out of my head alone in
this bed
I wake up to your sunset
And it’s driving me mad
I miss you so bad
Lucu. Moment yang paling tidak kita sukai ialah pergi
gaada kabar. Jadi dari situ aku selalu pamit ke kamu ketika hendak pergi,
selalu mengcapture segala makanan yang kumakan ataupun suatu tempat yang sedang
kukunjungi. Ternyata dengan jarak seperti ini membuat kita saling ingin tau dan
peduli satu sama lain yaa. Kita juga tidak suka pada anak yang durhaka sama
orang tuanya. Karena bagi kita, itu sangat tidak sepadan dengan kasih sayang
dan pengorbanan orang tua untuk anak. Maka dari itu aku mempercayaimu dengan
menceritakan keluargaku kepadamu. Begitu pula dengan keluargamu. We are in love
with our family. We do. Kita juga gak suka kalau salah satu dari kita ngomongin
cowok atau cewek lain. Karena kita gak suka dibikin cemburu. Lucu yaa, sekali
lagi jarak dan cinta menciptakan hal unik yang dialami pasangan “normal” pada
umumnya. Hahaha. By the way, maafkan aku, mungkin dibagian ini aku merasa lebih
bersalah. Aku pernah menjalin sebuah hubungan dengan cowok lain yang lebih muda
dariku meskipun itu masih dalam sepengetahuanmu. Tapi itu tetap saja
salah. Tapi percayalah, aku tidak
menyayanginya seperti yang kulakukan padamu. Kamu segalanya dan Alhamdulillah
sekarang aku telah terbebas dari jeratannya sehingga bisa lebih fokus hanya
kepadamu seorang. Meskipun kebanyakan teman dekatku dan sekelilingku adalah
laki-laki.
And my heart, heart, heart is
so jetlagged
Heart, heart, heart is so
jetlagged
Heart. Heart, heart is so
jetlagged
So jetlagged!
Bagiku, kamu adalah pria yang amat sangat sabar,
selalu ngertiin semua kesibukanku dan selalu nungguin sampai aku free dengan perbedaan
waktu dua jam. Meskipun jauh kamu tau bagaimana cara mencintai seseorang dan
tau bagaimana cara memperlakukan wanitanya dengan benar, tipe-tipe yang akan
jagain dan nggak akan ngerusak ceweknya sampek halal. Nggak pernah marah
meskipun aku nyebelin. Sayang banget sama aku, anak kecil dan keluargamu. Cemburuan
dan khawatiran, dua hal yang kukagumi that’s mean you love me, tapi nggak
overprotektif karena kamu selalu percaya dengan segala hal yang kulakuin
disini. Orang yang selalu ada mau gimanapun kondisiku saat itu, kalau aku butuh
kamu sanggup meninggalkan semuanya, everytime I want. Orang yang selalu
ngingetin aku dalam kebaikan, yang membawaku lebih dekat dengan Allah, yang
bener-bener jaga diriku buat kamu, aku sekarang gak pernah bersentuhan dengan
lawan jenis bahkan untuk sekedar salaman, nggak kayak dulu. Meskipun beda jam
tidur, kamu bela-belain bangun cuma buat bangunin aku sholat tahajud, setiap
hari selalu ngabarin meskipun aku gak minta dan nyariin. I know you love my
mother even you know that she’s not approving you right now. Two years and
still counting tapi kita nyaris gak pernah berantem, paling juga setahun sekali
hehe. I never find someone like you before. Yaa.. I Love You.
Kamu adalah kebaikan yang dikirimkan Allah untukku.
Rencana Allah selalu benar, dan selalu ada alasan disetiap segala sesuatu yang
terjadi untuk hamba-Nya. Kita memang tidak tau hal apa yang akan terjadi ke
depannya nanti, tapi aku yakin kalau kita punya tujuan yang sama. Juga untuk
Deanna Fahm Ramadhani wkwk. Aamiin. Terimakasih telah datang dalam hidupku. Terimakasih
telah membuatku melupakannya. Terimakasih telah menjadi penyemangat dan sumber
kebaikan untukku. Terimakasih untuk setiap panjatan doa yang datang darimu
untukku. Terimakasih telah mengucapkan Selamat Hari Ibu dengan bahasa Indonesia
secara langsung untuk ibuku via voice call. Terimakasih telah menjadi orang
terspesial di hari ulang tahunku. Terimakasih untuk segalanya. Aku menunggumu
untuk datang ke Indonesia saat wisudaku nanti.
Faheem
Bette
I MISS YOU FROM 9211,8 km
From :
Devina Candra Puspita Rini
Malang, East
Java, Indonesia
Voila! Ya begitulah ceritanya meskipun tidak sepanjang dan
sedetail cerita aslinya. Karena jujur, menceritakan kembali pengalaman orang
lain itu tidak semudah menceritakan kisah pribadi :’)
Aku 20 tahun dan aku belum bisa merangkai kata dengan
baik. Tetapi, aku berharap semoga kisah cinta ini dapat mengispirasi orang
lain. Buktikan bahwa kalimat “Distance mean nothing when someone mean
everything” itu benar.
Akankah Devina dan dan Faheem malu? Bahagia? Tegang?
Nervous? Atau menangis? Saat bertemu nanti??
Aku ingin menjadi saksi saat pertama kali mereka
bertemu nanti. Dan percayalah, rencana Allah tidak akan pernah salah. Sebab
akan selalu ada hikmah dibalik semua skenario-Nya. Percayalah.

No comments:
Post a Comment