Monday, September 4, 2017

Love You From 9211,8 km

Berbicara soal cinta memang tidak akan pernah ada habisnya. Kata yang memiliki banyak arti dan sudut pandang ini sangat mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari oleh semua kalangan umat manusia. Baik bayi, anak dibawah umur, remaja, dewasa, bahkan juga manula. Yaa.. Karena cinta merupakan salah satu bentuk hak asasi manusia secara universal.


Secara etimologi kata cinta berasal dari bahasa Sansekerta, cinta yang artinya pikiran, dan adapula yang menyebutkan serapan dari bahasa Spanyol yaitu pita, fita (bahasa Portugis) yang artinya pita (tali).

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cinta itu suka sekali; sayang benar; kasih sekali; berharap sekali.

Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak disengaja. Cinta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani terasa lebih ringan.

Cinta adalah salah satu pokok kehidupan dan dalam Al-Quran kata cinta juga disebutkan dalam berbagai sinonim atau persamaan kata. Seperti yang terdapat dalam Q.S Maryam : 96 yang berarti, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang”.   

Namun selain dari segi definisi, di era sekarang cinta itu memiliki banyak jenisnya loh, seperti cinta bebas yang artinya hubungan antara pria dan wanita berdasarkan kemesraan, tanpa ada ikatan adat atau suatu hukum yang berlaku. Yang kedua adalah cinta monyet, yaitu cinta kasih antara laki-laki dan perempuan ketika masih kanak-kanak (mudah berubah). Ada juga cinta sejati, cinta sebenarnya yang tulus dan murni datangnya dari hati.

Sebenarnya aku sendiri tidak begitu mengerti tentang cinta yang “benar” itu seperti apa. Karena terkadang ada orang yang memberikan cintanya kepada seseorang yang telah menyakitinya hingga rela memberikan apapun yang dimilikinya meskipun bertepuk sebelah tangan. Apakah ini Cinta? Apakah ini benar? Sejauh yang kutau cinta sejati adalah cinta kasih yang diberikan oleh seorang ibu kepada anakanya. Sebagaimana ia mengandung, menunggumu hadir ke dunia agar hidup bahagia dengannya, merawatmu dan membesarkanmu hingga kamu menjadi orang yang berarti. Atau mungkin juga menjadi seorang ibu pula sepertinya. Sebuah kasih yang tak pernah padam dan terus mengalir tak berujung yang pada dasarnya tidak mudah dijelaskan dengan kata-kata.

Well, dalam kesempatanku kali ini. Aku ingin membagikan sebuah cerita cinta kisah nyata dengan definisi yang berbeda. Sebuah cinta yang tidak dapat ditempuh hanya dengan satu kali kendaraan. Cinta yang harus ditempuh menggunakan pesawat terbang yang berangkat dari bandara Abdurrahman Saleh menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk transit sebentar dan siap mengudara untuk menempuh ribuan kilometer jarak menuju Bandar Udara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai, India. Akan tetapi hanya membutuhkan waktu hitungan detik bila ditempuh menggunakan pesawat telepon. Pertama-tama, marilah kita mengapresiasikan kepada tekhnologi yang canggih saat ini. *tepuk tangan*. Berkat ia, kisah cinta unik ini dapat terwujud.

Okey, langsung saja yaa.. cinta ini dialami oleh sahabat dekatku sendiri. So let’s check this out!
                                                                                                        

Dear :
Kundapura, Karnataka, India

What time is it where you are?
I miss you more than anything

Hmm, mendengar dua kalimat awalan lagu Jet Lag milik Simple Plan feat Kotak ini saja sudah membuatku tersenyum malu.  Bagaimana tidak? Mengingat aku pernah menicintai mantan kekasihku begitu dalam, mencoba untuk tetap setia kepadanya meskipun dia sudah menemukan penggantiku, namun aku tetap mencoba tegar dan membiarkan perasaan itu memudar dengan sendirinya. Sakit sendiri memang, tapi inilah aku, yang memilih untuk menelan segala rasa sakit meski sampai sekarang aku tak akan bisa membencinya. Bagiku, dia tetap sahabat baikku dan bagaimanapun juga pernah membuatku bahagia dalam waktu dua tahun. Hingga akhirnya kamu datang, menyapaku dengan sapaan bahasa Inggris informal melalui sebuah messenger di facebookku, yang pada mulanya kuacuhkan. Namun dengan gigihnya, kamu mencoba mendekatiku dengan mengirim pesan berkelanjutan dengan intensitas waktu yang cukup signifikan. Hingga aku berani memberika nomor ponsel pribadiku padamu. Entah aku sudah hilang akal atau apa, memberikan nomor pada orang asing yang baru kukenal hanya lewat facebook, namun hati kecilku mengatakan bahwa kamu adalah orang baik yang membuatku berani dan menghilangkan segala keraguanku.

Back at home you feel so far
Waiting for the phone to ring

Setelah mendapat nomor whatsappku, keingin tahuanmu tentang aku begitu besar, setiap hari atau setiap ada kesempatan kita selalu berkomunikasi dan semua seakan mengalir begitu saja. Kita mulai bertukar kabar, aku mulai berani menceritakan hidupku disini dan kamu menceritakan hidupmu disana. Tentang pendidikan yang kutempuh saat masa putih abu-abu hingga kini menjadi seorang mahasiswi teknik sipil, dan tentang kamu dengan bisnis penjualan handphone milik keluargamu. Dan dari situlah aku tau bahwa kamu bukanlah orang Indonesia. Meskipun secara geografis kita berada di sebuah benua yang sama, tetapi aku berada di sebelah tenggara sedangkan kamu berada di ujung selatan benua ini dengan zona waktu yang berbeda dua jam. India. Jauh sekali batinku. Sungguh ini adalah pengalaman pertamaku berkenalan dengan lelaki “asing”. Membayangkan sebelumnya saja, aku tidak pernah.

It’s getting lonely living upside down
I don’t even wanna be in this town
Try to figure out this timezone
It’s making me crazy

Hari-hariku tidak terlepas darimu. Kita tidak pernah terlepas dari komunikasi. Dan dari situlah aku mulai mengetahuimu lebih banyak, seperti tanggal lahirmu pada 15 Februari 1995 yang ternyata lebih tua dua tahun dariku. Bagus. Tentang es krim, coklat, tentang malam hari dan gelap, tentang anak kecil yang lucu selalu menjadi hal yang menarik, dan melakukan hal-hal aneh seperti orang gila biasa lakukan wkwk. Hingga akhirnya timbul perasaan aneh di hatiku yang semakin lama rasanya semakin menghangat. Mungkinkah ini cinta? Cinta? Cinta kepada seseorang yang bahkan bertemu sekali saja belum pernah? Apalagi menatap matamu? Apalagi menghirup aroma parfum maskulin yang selalu kamu kenakan? I don’t know what it is.  Berusaha bertanya kepada teman dekatku tentang apa yang terjadi padaku. Mereka bilang ini ‘impossible’, ‘khayal’, ‘jangan Dev, cari yang pasti aja’, ‘hati-hati Dev jangan terlalu percaya’, ‘lanjutkan Dev, mungkin dia bisa jadi teman kala sepimu’, ‘gakpapa Dev, dia ganteng aku mendukungkmu’, dan bla blaaa. And I just keep thinking everything is gonna be oke and believe that meet up or not in love is doesn’t matter. Ya I am in love with you. I love you and always. Dan cinta yang sepenuhnya adalah apa yang telah kita rasakan sekarang sejak kita saling menyatakannya pada tanggal 19 Mei 2015.

You say good morning, when it’s midnight
Going out of my head alone in this bed
I wake up to your sunset
And it’s driving me mad
I miss you so bad

Lucu. Moment yang paling tidak kita sukai ialah pergi gaada kabar. Jadi dari situ aku selalu pamit ke kamu ketika hendak pergi, selalu mengcapture segala makanan yang kumakan ataupun suatu tempat yang sedang kukunjungi. Ternyata dengan jarak seperti ini membuat kita saling ingin tau dan peduli satu sama lain yaa. Kita juga tidak suka pada anak yang durhaka sama orang tuanya. Karena bagi kita, itu sangat tidak sepadan dengan kasih sayang dan pengorbanan orang tua untuk anak. Maka dari itu aku mempercayaimu dengan menceritakan keluargaku kepadamu. Begitu pula dengan keluargamu. We are in love with our family. We do. Kita juga gak suka kalau salah satu dari kita ngomongin cowok atau cewek lain. Karena kita gak suka dibikin cemburu. Lucu yaa, sekali lagi jarak dan cinta menciptakan hal unik yang dialami pasangan “normal” pada umumnya. Hahaha. By the way, maafkan aku, mungkin dibagian ini aku merasa lebih bersalah. Aku pernah menjalin sebuah hubungan dengan cowok lain yang lebih muda dariku meskipun itu masih dalam sepengetahuanmu. Tapi itu tetap saja salah.  Tapi percayalah, aku tidak menyayanginya seperti yang kulakukan padamu. Kamu segalanya dan Alhamdulillah sekarang aku telah terbebas dari jeratannya sehingga bisa lebih fokus hanya kepadamu seorang. Meskipun kebanyakan teman dekatku dan sekelilingku adalah laki-laki.

And my heart, heart, heart is so jetlagged
Heart, heart, heart is so jetlagged
Heart. Heart, heart is so jetlagged
So jetlagged!

Bagiku, kamu adalah pria yang amat sangat sabar, selalu ngertiin semua kesibukanku dan selalu nungguin sampai aku free dengan perbedaan waktu dua jam. Meskipun jauh kamu tau bagaimana cara mencintai seseorang dan tau bagaimana cara memperlakukan wanitanya dengan benar, tipe-tipe yang akan jagain dan nggak akan ngerusak ceweknya sampek halal. Nggak pernah marah meskipun aku nyebelin. Sayang banget sama aku, anak kecil dan keluargamu. Cemburuan dan khawatiran, dua hal yang kukagumi that’s mean you love me, tapi nggak overprotektif karena kamu selalu percaya dengan segala hal yang kulakuin disini. Orang yang selalu ada mau gimanapun kondisiku saat itu, kalau aku butuh kamu sanggup meninggalkan semuanya, everytime I want. Orang yang selalu ngingetin aku dalam kebaikan, yang membawaku lebih dekat dengan Allah, yang bener-bener jaga diriku buat kamu, aku sekarang gak pernah bersentuhan dengan lawan jenis bahkan untuk sekedar salaman, nggak kayak dulu. Meskipun beda jam tidur, kamu bela-belain bangun cuma buat bangunin aku sholat tahajud, setiap hari selalu ngabarin meskipun aku gak minta dan nyariin. I know you love my mother even you know that she’s not approving you right now. Two years and still counting tapi kita nyaris gak pernah berantem, paling juga setahun sekali hehe. I never find someone like you before. Yaa.. I Love You.

Kamu adalah kebaikan yang dikirimkan Allah untukku. Rencana Allah selalu benar, dan selalu ada alasan disetiap segala sesuatu yang terjadi untuk hamba-Nya. Kita memang tidak tau hal apa yang akan terjadi ke depannya nanti, tapi aku yakin kalau kita punya tujuan yang sama. Juga untuk Deanna Fahm Ramadhani wkwk. Aamiin. Terimakasih telah datang dalam hidupku. Terimakasih telah membuatku melupakannya. Terimakasih telah menjadi penyemangat dan sumber kebaikan untukku. Terimakasih untuk setiap panjatan doa yang datang darimu untukku. Terimakasih telah mengucapkan Selamat Hari Ibu dengan bahasa Indonesia secara langsung untuk ibuku via voice call. Terimakasih telah menjadi orang terspesial di hari ulang tahunku. Terimakasih untuk segalanya. Aku menunggumu untuk datang ke Indonesia saat wisudaku nanti.

Faheem Bette
I MISS YOU FROM 9211,8 km

From :
Devina Candra Puspita Rini
Malang, East Java, Indonesia


Voila! Ya begitulah ceritanya meskipun tidak sepanjang dan sedetail cerita aslinya. Karena jujur, menceritakan kembali pengalaman orang lain itu tidak semudah menceritakan kisah pribadi :’)
Aku 20 tahun dan aku belum bisa merangkai kata dengan baik. Tetapi, aku berharap semoga kisah cinta ini dapat mengispirasi orang lain. Buktikan bahwa kalimat “Distance mean nothing when someone mean everything” itu benar.
Akankah Devina dan dan Faheem malu? Bahagia? Tegang? Nervous? Atau menangis? Saat bertemu nanti??
Aku ingin menjadi saksi saat pertama kali mereka bertemu nanti. Dan percayalah, rencana Allah tidak akan pernah salah. Sebab akan selalu ada hikmah dibalik semua skenario-Nya. Percayalah.

Terimakasih, >>  Edited by : Aldonaaaa

No comments:

Post a Comment