“Narisaa.....!! Sudah berapa hari kamu
bermalas-malasan seperti itu?! Harusnya kamu cepat lipat selimut, lalu bereskan
kertas-kertas gambarmu! Dan kunjungi kamar mandimu yang dipenuhi serangga
menjijikkan!! Setidaknya kamu mandi matahari untuk mengusir malasmu.. Cepat
sanaa!!”
Dia
Bu Salma, seorang paruh baya yang melahirkanku 16, bukan... bukan 16 tapi TUJUH
BELAS tahun silam. Beliau selalu bernyanyi merdu seperti itu setiap hari. Aku
selalu dibohonginya, mengatakan kamar mandiku penuh serangga. Kuberi tahu pada
kalian! Kamar mandiku hanya ada beberapa kecoa kecil. Bukan penuh serangga yang
dibilangnya setiap jam 06.00 pagi.
Tidak
ada yang istimewa dari aku, Meinarisaa Varsha. Seorang siswi kelas XI IPA di
SMA Negeri 4 MALANG. Oke, aku tak suka basa-basi, nanti kalian juga pasti tau
seperti apa bentuk dan pribadiku. Sekarang aku harus berangkat. Oh wait,
sketsaku harus kumasukkan ke dalam tas dulu.
“Mamaa!! Risa berangkat dulu yaa...
Papa sama Karin udah nunggu di mobil, Risa cium tangan mama dari sini aja ya
maa, muaach... Risa berangkat!!”
“Hei kebiasaan! Kamu pasti lupa mandi
lagi! Risa tunggu mama, bekalmu belum kau bawa! Risaa!!”
Hmm
Kalian tau tidak? Aku benci diatur,
aku tidak suka dsuruh-suruh, dan aku alergi sama yang namanya KE-BER-SI-HAN. Aku lebih suka duduk di sudut kamar dekat
jendela, sambil mendengarkan alunan musik Owl City dan tentunya dengan
menyatukan berbagai unsur seni serta menerapkan prinsipnya di atas polosnya
kertas gambarku. Dari pada pergi mandi atau perawatan ke salon seperti yang
dilakukan gadis seumuranku. Entahlah...
itu memang menjijikkan, tapi bagiku berendam dalam hal semacam itu sangat
menyenangkan. Contohnya, adikku Karin sering marah kalau lagi makan tiba-tiba
aku duduk disampingnya. Aku sering dihindari Keyla karena ketiakku bau seperti
empang katanya. Dia sering ke kamar mandi waktu jam pelajaran, mungkin dia
muntah karena bauku. Tapi Cuma Key yang mau duduk sebangku denganku dan
menyuruhku mandi. Lainnya? Mana berani?!
***
07.00
Aku
terlambat lagi. Untungnya tidak ada guru piket. Pasti Key menceramahiku nanti.
Ketika aku lari terburu-buru memasuki ruang biologi, kulihat cowok jelek kurus
kelas sebelah duduk di bangku kayu depen kelasnya sambil bermain gitar
menatapku tajam.
“Telat lagi? Ada gurunya tuh!”
“Iya” jawabku sinis.
***
“Sel memiliki tiga bagian utama yaitu
membran inti, sitoplasma serta organela yang terdiri dari nukleus, ribosome,
lisosome, mitokondria, retikulum endoplasma bla blaa blaaa....” jelas Bu Fahmi
yang memusingkan kepalaku. Lebih baik
kuambil buku gambarku dan mulai bermain dengan pensil kurasa.
“Risa, Risaa....” panggil Key saat aku
sedang asik memberi arsiran pada sketsa mawarku.
“Apa Key, ngagetin ajaa, bau badanku
lagi?”
“Bukan, aku tadi udah sempet muntah
nyium bau badanmu” sambil mengotak-atik ponselnya.
“Terus apa doong?”
“Lihat instagramku ini, ada id ngepost
pengumuman event lomba bikin sketsa di Gallery Seni Citra Pesona jam 3 nanti Ris... kesempatan emas buatmu Ris...!”
***
Pulangnya,
“kurasa aku nggak pantes ikut event
itu”
“Kenapa Ris?Apa karena kamu bau?
Enggak Narisaa kamu harus ikut, sayangkan kalau karyamu gak dlihat orang”
“Aku gambar cuma sekedar hobi aja, aku
gak mau, lagian aku gak yakin menang”
“Belum dicoba, udah bilang gak menang?
Payah!” Ucap cowok jelek tadi sembari berjalan menenteng gitarnya lewat depanku.
“Hei gak usah ikut campur!!” Teriak
Keyla saat Andri sudah turun tangga.
“Gak usah didenger Ris..”
Seperti mendapat
sebuah kekuatan...
“Hmm baiklah ayo kesana Key, mumpung
aku lagi bawa semua hasil karyaku”.
***
Di Gallery Seni
Citra Pesona ini, aku kembali membuat Key pergi ke kamar mandi. Meskipun ia
benar-benar benci seni, tetapi ia tetap setia menemaniku.
“Kau harus mau membantuku
mempromosikan karyaku, kau harus mau Key! Kalau enggak.. aku gak akan menepati
janjiku mandi rutin tiap hari. Ayo lah Key..!”
“Tadi katanya gak mau, sekarang.....”
“hehehee”
“Gila Key!!
Lihat... gedung ini penuh dengan pelangi. Gak Cuma lukisan sama sketsa aja. Ada
sastra dan puisi juga.. ini sungguh tempat yang sangat romantis!! Asli keren
banget!!”
Key
mengangguk sambl terus menutupi hdung dengan jari telunjuknya. Sementara
aku, sepert balerina sedang menari di atas papan salju. Kegembiraanku tumpah di
tempat i. Disini ada karya legendaris milik idolaku. Disitu kutemui puisi yang
indah sekali. Dmana-mana seperti kue tart keju favoritku. Ya Tuhaan... Aku cbahagia.
“Hei siswi IPA 5! Kesini juga
ternyata.. maaf ini bukan tempat untuk menari. Kamu menghalangi jalan mereka
dengan tarian anehmu itu”.
Dia
lagi, batinku.
“Ehh.. maaf ya, aku salah satu
kontestan lomba sketsa disini. Harusnya aku yang tanya kenapa kamu dsini?”
Cowok
jelek berkemeja kotak-kotak itu pergi, sempat kulihat ia menutupi hdungnya
seperti yang dilakukan Key. Sialan..!! Tapi ia tersenyum, entah apa yang
membuatnya tersenyum.
***
Mine
083835528XXX
Risaa!!
Plg
sekolah ku antar ke gallery.
Karyamu
masuk 10 besar!!
Ku
tunggu di perkiran. Luv U
SMS dari Andri,
si cowok jelek mengagetkanku saat aku sedang melukis wajahnya. Heran? Iyalah
pasti kalian heran. Aku juga heran saat dia bilang menyukaiku sejak awal masuk
SMA. Aku baru jadian sama dia. Aku terpukau dengan perminan gitarnya. Dia
mengisi acara sebagai gitaris band panggilan di Gallery seni seminggu yang
lalu.
Yes! Aku
tersenyum membaca SMSnya bersamaan dengan selesainya sketsa yang kubuat.
Kubalik kertas gambarku dan ingin ku tuliskan sesuatu.
Terima kasih..
Ini karya
pertamaku untukmu
Memang tidak
sejelek wajah aslinya
Tapi kamu jangan
Geer
Terimakasih
sekali lagi...
Berkat hidung mancungmu
Sekarang aku
mulai berani menggunakan parfum
Memang, aku masih
malas mandi
Setidaknya parfum
darimu kupakai setiap hari
Sekedar untuk
menurunkan jarimu dari hidungmu
Aku juga mulai
suka menyisir rambutku
Kadang
membasahinya dengan sampo
Itu kulakukan
agar kau mau membelainya
Meski
kenyataannya kau belum berani
Tak apa..
Setidaknya aku
sekarang cukup rapi
Aku senang..
Kau mau menjad
kekashku saat ini
Kau tak
mengubahku menjad hebat
Tapi kau
mengingatkanku untuk menjadi lebih baik
Aku memang gagal
merah juara umum pada event itu
Tapi aku menapat
kemenangan pertama dalam hidupku
Pertama kalinya
aku mendapat tempat dihatimu
Pertama kalinya
aku mendapat tempat di sekolah ini
Aku tak akan
menyerah..
Aku akan terus
berkarya..
Tahun depan..
Aku akan membuat
sketsa tentang perubahanku yang sudah baik
Jika kamu masih
tetap di sampingku
Termakash jelek!!
Bel
pulang sudah terdengar, aku harus segera ke tempat parkir untuk menemuinya dan
memberikannya gulungan selembar kertas yang
telah kuberi pita warna merah ini. J
No comments:
Post a Comment