Monday, February 16, 2015

SKETSA

“Narisaa.....!! Sudah berapa hari kamu bermalas-malasan seperti itu?! Harusnya kamu cepat lipat selimut, lalu bereskan kertas-kertas gambarmu! Dan kunjungi kamar mandimu yang dipenuhi serangga menjijikkan!! Setidaknya kamu mandi matahari untuk mengusir malasmu.. Cepat sanaa!!”
            Dia Bu Salma, seorang paruh baya yang melahirkanku 16, bukan... bukan 16 tapi TUJUH BELAS tahun silam. Beliau selalu bernyanyi merdu seperti itu setiap hari. Aku selalu dibohonginya, mengatakan kamar mandiku penuh serangga. Kuberi tahu pada kalian! Kamar mandiku hanya ada beberapa kecoa kecil. Bukan penuh serangga yang dibilangnya setiap jam 06.00 pagi.

            Tidak ada yang istimewa dari aku, Meinarisaa Varsha. Seorang siswi kelas XI IPA di SMA Negeri 4 MALANG. Oke, aku tak suka basa-basi, nanti kalian juga pasti tau seperti apa bentuk dan pribadiku. Sekarang aku harus berangkat. Oh wait, sketsaku harus kumasukkan ke dalam tas dulu.
“Mamaa!! Risa berangkat dulu yaa... Papa sama Karin udah nunggu di mobil, Risa cium tangan mama dari sini aja ya maa, muaach... Risa berangkat!!”
“Hei kebiasaan! Kamu pasti lupa mandi lagi! Risa tunggu mama, bekalmu belum kau bawa! Risaa!!”
Hmm        
Kalian tau tidak? Aku benci diatur, aku tidak suka dsuruh-suruh, dan aku alergi sama yang namanya KE-BER-SI-HAN.  Aku lebih suka duduk di sudut kamar dekat jendela, sambil mendengarkan alunan musik Owl City dan tentunya dengan menyatukan berbagai unsur seni serta menerapkan prinsipnya di atas polosnya kertas gambarku. Dari pada pergi mandi atau perawatan ke salon seperti yang dilakukan gadis seumuranku.  Entahlah... itu memang menjijikkan, tapi bagiku berendam dalam hal semacam itu sangat menyenangkan. Contohnya, adikku Karin sering marah kalau lagi makan tiba-tiba aku duduk disampingnya. Aku sering dihindari Keyla karena ketiakku bau seperti empang katanya. Dia sering ke kamar mandi waktu jam pelajaran, mungkin dia muntah karena bauku. Tapi Cuma Key yang mau duduk sebangku denganku dan menyuruhku mandi. Lainnya? Mana berani?!

***
07.00
            Aku terlambat lagi. Untungnya tidak ada guru piket. Pasti Key menceramahiku nanti. Ketika aku lari terburu-buru memasuki ruang biologi, kulihat cowok jelek kurus kelas sebelah duduk di bangku kayu depen kelasnya sambil bermain gitar menatapku tajam.
“Telat lagi? Ada gurunya tuh!”
“Iya” jawabku sinis.
***
“Sel memiliki tiga bagian utama yaitu membran inti, sitoplasma serta organela yang terdiri dari nukleus, ribosome, lisosome, mitokondria, retikulum endoplasma bla blaa blaaa....” jelas Bu Fahmi yang memusingkan kepalaku.  Lebih baik kuambil buku gambarku dan mulai bermain dengan pensil kurasa.
“Risa, Risaa....” panggil Key saat aku sedang asik memberi arsiran pada sketsa mawarku.
“Apa Key, ngagetin ajaa, bau badanku lagi?”
“Bukan, aku tadi udah sempet muntah nyium bau badanmu” sambil mengotak-atik ponselnya.
“Terus apa doong?”
“Lihat instagramku ini, ada id ngepost pengumuman event lomba bikin sketsa di Gallery Seni Citra Pesona jam 3 nanti  Ris... kesempatan emas buatmu Ris...!”
***
            Pulangnya,
“kurasa aku nggak pantes ikut event itu”
“Kenapa Ris?Apa karena kamu bau? Enggak Narisaa kamu harus ikut, sayangkan kalau karyamu gak dlihat orang”
“Aku gambar cuma sekedar hobi aja, aku gak mau, lagian aku gak yakin menang”
“Belum dicoba, udah bilang gak menang? Payah!” Ucap cowok jelek tadi sembari berjalan menenteng gitarnya lewat depanku.
“Hei gak usah ikut campur!!” Teriak Keyla saat Andri sudah turun tangga.
“Gak usah didenger Ris..”
Seperti mendapat sebuah kekuatan...
“Hmm baiklah ayo kesana Key, mumpung aku lagi bawa semua hasil karyaku”.
***
Di Gallery Seni Citra Pesona ini, aku kembali membuat Key pergi ke kamar mandi. Meskipun ia benar-benar benci seni, tetapi ia tetap setia menemaniku.
“Kau harus mau membantuku mempromosikan karyaku, kau harus mau Key! Kalau enggak.. aku gak akan menepati janjiku mandi rutin tiap hari. Ayo lah Key..!”
“Tadi katanya gak mau, sekarang.....”
“hehehee”
“Gila Key!! Lihat... gedung ini penuh dengan pelangi. Gak Cuma lukisan sama sketsa aja. Ada sastra dan puisi juga.. ini sungguh tempat yang sangat romantis!! Asli keren banget!!”
            Key mengangguk sambl terus menutupi hdung dengan jari telunjuknya. Sementara aku,   sepert balerina sedang menari  di atas papan salju. Kegembiraanku tumpah di tempat i. Disini ada karya legendaris milik idolaku. Disitu kutemui puisi yang indah sekali. Dmana-mana seperti kue tart keju favoritku. Ya Tuhaan... Aku cbahagia.
“Hei siswi IPA 5! Kesini juga ternyata.. maaf ini bukan tempat untuk menari. Kamu menghalangi jalan mereka dengan tarian anehmu itu”.
            Dia lagi, batinku.
“Ehh.. maaf ya, aku salah satu kontestan lomba sketsa disini. Harusnya aku yang tanya kenapa kamu dsini?”
            Cowok jelek berkemeja kotak-kotak itu pergi, sempat kulihat ia menutupi hdungnya seperti yang dilakukan Key. Sialan..!! Tapi ia tersenyum, entah apa yang membuatnya tersenyum.
***
Mine
083835528XXX

Risaa!!
Plg sekolah ku antar ke gallery.
Karyamu masuk 10 besar!!
Ku tunggu di perkiran. Luv U

SMS dari Andri, si cowok jelek mengagetkanku saat aku sedang melukis wajahnya. Heran? Iyalah pasti kalian heran. Aku juga heran saat dia bilang menyukaiku sejak awal masuk SMA. Aku baru jadian sama dia. Aku terpukau dengan perminan gitarnya. Dia mengisi acara sebagai gitaris band panggilan di Gallery seni seminggu yang lalu.
Yes! Aku tersenyum membaca SMSnya bersamaan dengan selesainya sketsa yang kubuat. Kubalik kertas gambarku dan ingin ku tuliskan sesuatu.

Terima kasih..
Ini karya pertamaku untukmu
Memang tidak sejelek wajah aslinya
Tapi kamu jangan Geer

Terimakasih sekali lagi...
Berkat hidung mancungmu
Sekarang aku mulai berani menggunakan parfum
Memang, aku masih malas mandi
Setidaknya parfum darimu kupakai setiap hari
Sekedar untuk menurunkan jarimu dari hidungmu

Aku juga mulai suka menyisir rambutku
Kadang membasahinya dengan sampo
Itu kulakukan agar kau mau membelainya
Meski kenyataannya kau belum berani
Tak apa..
Setidaknya aku sekarang cukup rapi

Aku senang..
Kau mau menjad kekashku saat ini
Kau tak mengubahku menjad hebat
Tapi kau mengingatkanku untuk menjadi lebih baik

Aku memang gagal merah juara umum pada event itu
Tapi aku menapat kemenangan pertama dalam hidupku
Pertama kalinya aku mendapat tempat dihatimu
Pertama kalinya aku mendapat tempat di sekolah ini

Aku tak akan menyerah..
Aku akan terus berkarya..
Tahun depan..
Aku akan membuat sketsa tentang perubahanku yang sudah baik
Jika kamu masih tetap di sampingku
Termakash jelek!!


            Bel pulang sudah terdengar, aku harus segera ke tempat parkir untuk menemuinya dan memberikannya gulungan selembar kertas  yang telah kuberi pita warna merah ini. J

No comments:

Post a Comment